Matahari, Malam, dan Bumi Ya.,aku disini.,selalu memandangmu, memperhatikanmu dari kejauhan. Meski kau tak melihatku,meski tanpa sadar sering kali kau injak aku. aku tetap memandangmu. Kamu adalah matahari yang selalu menyinari hari-hariku. Kamu yang sangat indah hingga aku tak dapat melepaskan pandangan ku dari mu.
Silau..,silau.„kamu sangat silau..,kamu menyakiti mataku, kamu membuat penglihatanku memudar. Tapi kamu.„ya.,kamu.,tetap kamu matahari yang selalu aku lihat. Aku benar-benar telah lebih dari membutuhkanmu.
Untuk malam. Aku benci malam. Malam adalah saat aku akan kehilangan matahari. aku benci kamu malam. Tidakkah kamu dapat pergi jauh dan tak kembali?? Malam, kau membuat aku semakin kehilangan indah terangnya matahariku.
Malam menjawab, “Iya.,aku memang membuatmu jauh dari matahari mu. aku membuatmu kehilangan terangnya cahaya indah dari mataharimu. Tapi aku., malam., akan selalu melindungi kamu dari sengatan matahari yang telah membakar habis hati mu. Tidak sadarkah kamu, tidak bisakah kamu melihat dirimu?? lihatlah dirimu..,!! Cintamu pada matahari telah membakar jiwa dan ragamu. Marahlah!! Bencilah padaku!! Marahlah sesuka hatimu padaku!! tapi aku, aku adalah malam, yang akan terus berusaha untuk melindungimu dari mataharimu. Aku adalah malam, yang tidak akan pernah berhenti untuk menyejukkan hatimu dari panasnya sengatan matahari. Aku adalah malam,yang akan selalu menidurkan ragamu hingga kau dapat kembali riang ketika engkau bangun dikala mataharimu kembali. Meski kau hanya dapat tersenyum memandang matahari. Maka aku hanya dapat tersenyum melindungimu .,wahai engkau Bumi ku yang selalu aku cintai”.
Fanantika W. Putri
Matahari, Malam, dan Bumi
Ya.,aku disini.,selalu memandangmu, memperhatikanmu dari kejauhan. Meski kau tak melihatku,meski tanpa sadar sering kali kau injak aku. aku tetap memandangmu. Kamu adalah matahari yang selalu menyinari hari-hariku. Kamu yang sangat indah hingga aku tak dapat melepaskan pandangan ku dari mu.
Silau..,silau.„kamu sangat silau..,kamu menyakiti mataku, kamu membuat penglihatanku memudar. Tapi kamu.„ya.,kamu.,tetap kamu matahari yang selalu aku lihat. Aku benar-benar telah lebih dari membutuhkanmu.
Untuk malam. Aku benci malam. Malam adalah saat aku akan kehilangan matahari. aku benci kamu malam. Tidakkah kamu dapat pergi jauh dan tak kembali?? Malam, kau membuat aku semakin kehilangan indah terangnya matahariku.
Malam menjawab, “Iya.,aku memang membuatmu jauh dari matahari mu. aku membuatmu kehilangan terangnya cahaya indah dari mataharimu. Tapi aku., malam., akan selalu melindungi kamu dari sengatan matahari yang telah membakar habis hati mu. Tidak sadarkah kamu, tidak bisakah kamu melihat dirimu?? lihatlah dirimu..,!! Cintamu pada matahari telah membakar jiwa dan ragamu. Marahlah!! Bencilah padaku!! Marahlah sesuka hatimu padaku!! tapi aku, aku adalah malam, yang akan terus berusaha untuk melindungimu dari mataharimu. Aku adalah malam, yang tidak akan pernah berhenti untuk menyejukkan hatimu dari panasnya sengatan matahari. Aku adalah malam,yang akan selalu menidurkan ragamu hingga kau dapat kembali riang ketika engkau bangun dikala mataharimu kembali. Meski kau hanya dapat tersenyum memandang matahari. Maka aku hanya dapat tersenyum melindungimu .,wahai engkau Bumi ku yang selalu aku cintai”.
Fanantika W. Putri